Senin, 26 Desember 2016

Inilah Jasa Frans Kaisiepo, Pahlawan dari Papua ...

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa para pahlawannya. Itu kalimat yang selalu di katakan oleh guru saya waktu dulu saya masih duduk dibangku sekolah. Tapi sekarang, saya tidak melihat “kebesaran” bangsa ini saat seorang pahlawan dari Papua menjadi bulan-bulanan di sosial media. Yang membully tersebut bukan orang lain tapi anak bangsa itu sendiri. Anak bangsa yang bisa menghirup udara kebebasan karena jasa para pahlawan yang barusan mereka hina. Duh!!!

Kalau menyebut nama Frans Kaisiepo, mungkin terasa kurang familiar di telinga kita. Walau pun beliau salah satu Pahlawan Nasional Indonesia, tapi nama beliau kalah “tenar” dari pahlawan-pahlawan lain seperti Pattimura, Teuku Umar, Imam Bonjol, dan lain sebagainya. Mungkin karena kurang familiar ini lah yang menjadi salah satu alasan pemerintah meletakkan gambar beliau menjadi salah satu tokoh pahlawan yang menghiasi desain rupiah terbaru. Dengan harapan, anak bangsa kita bisa lebih mengenal beliau dan mengenang jasa-jasa beliau untuk negara ini sehingga semakin memupuk rasa cinta tanah air dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Tapi justru niat baik pemerintah tersebut ditanggapi salah sama anak-anak bangsa yang berfikiran dangkal. Frans Kaisiepo menjadi bahan cercaan di sosial media. Hanya karena namanya yang kurang familiar dan wajahnya yang “menyeramkan”.

Memang wajah Frans Kaisiepo tidak seganteng Aliando Syarief atau putra pertama politikus kontroversi Ahmad Dhani, Al Ghazali. Tapi itu bukan berarti kalian bisa menghina beliau seenak jidat kalian saja. Beliau itu pahlawan, lho. Orang yang telah berbuat jasa untuk negara ini. Sekarang saya mau tanya, kalian yang berwajah ganteng dan cantik telah berbuat apa untuk negara ini?

Kalau pun Frans Kaisiepo memiliki wajah yang menurut kalian seperti “hantu”, apakah itu salah beliau? TIDAK. Mungkin kalau bisa memilih, beliau ingin memiliki wajah seganteng Justin Bieber, supaya bisa membuat kalian menjerit histeris. Tapi sayang nya semua itu menjadi rahasia tuhan. Jadi, kalau kalian menghina wajah Frans Kaisiepo, itu sama saja kalian menghina tuhan yang menciptakannya.

Lagian, tidak adil kalau menilai seseorang hanya dari bentuk wajahnya saja. Belum tentu orang yang wajahnya jelek, hatinya jelek juga. Pada dasarnya, baik atau buruknya wajah seseorang tidak bisa dijadikan parameter untuk mengukur kebaikan hatinya? Coba lihat di Indonesia, kebanyakan yang jadi koruptor wajahnya ganteng-ganteng kan?

Biar kalian tidak semakin “menggila” menghina Frans Kaisiepo, saya akan sebutkan beberapa jasa beliau untuk negara ini :

Setelah Indonesia merdeka, Frans Kaisiepo menjadi Envoy Republik dari Papua dan memastikan Papua agar ikut ke dalam Republik Indonesia.
Ketika Belanda mencoba membuat Negara Indonesia Timur (NIT), Frans Kaisiepo menelurkan istilah yang masih populer hingga sekarang yakni IRIAN. Banyak yang beranggapan IRIAN ini singkatan dari Ikut Republik Indonesia Anti Netherland. Tapi ada juga yang beranggapan kalau IRIAN ini berasal dari Bahasa Biak yang berarti tempat yang panas.
Frans Kaisiepo terus mengorganisir resistance di Papua untuk melawan Belanda, bahkan setelah KMB
Frans Kaisiepo ikut andil dalam Trikora (Tri Komando Rakyat) saat Indonesia berada di ambang batas kesabaran karena Belanda keras kepala. Dan akhirnya memulai Military Campaign di Papua.
Dalam Trikora pun, Frans Kaisiepo aktif membantu TNI dalam operasi-operasi di tanah Papua hingga tahun 1963.
Frans Kaisiepo menjadi Gubernur Irian Barat (1964-1973) menggantikan Elieser Jon Bonay. Sebagai gubernur, Frans Kaisiepo bertanggungjawab melaksanakan PEPERA pada tahun 1969, yang hasilnya adalah Papua bergabung dengan Republik Indonesia.
Intinya, Frans Kaisiepo berperan besar dalam mempertahankan integritas Republik Indonesia. Mungkin tanpa beliau, saat ini Papua bukan bagian dari NKRI.

Untuk saudara-saudara yang berada di Papua. Mohon maaf karena pahlawan yang lahir dari daerah kalian dihina oleh sekelompok orang yang kayaknya kurang piknik sehingga ngomongnya sudah kayak mabok tanah liat, semoga saudara-saudara semua mau memakluminya.

Untuk kalian yang kemaren menghina Frans Kaisiepo, cobalah untuk memanfaatkan otak kalian lebih baik lagi. Kalau tidak kenal dengan pahlawan yang tergambar dalam uang rupiah, baca nama yang tertulis dibawahnya kemudian search di google. Kemungkinan besar kalian akan diberi rujukan untuk melihat profil lengkap pahlawan tersebut di Wikipedia. Kita hidup di zaman yang teknologinya serba maju, tapi sayang masih banyak dari kita yang berfikiran seperti pada zaman batu. Gunakan kuota internet untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan hanya asyik menonton video-video yang mengumbar aurat.

Be smart, don’t let your smartphone be smarter than you.

sumber: https://seword.com/umum/ini-jasa-frans-kaisiepo-pahlawan-dari-papua-yang-kemaren-kalian-hina/


Biografi Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo
Jiwa kebangsaan Frans Kaisiepo tumbuh sejak ia berkenalan dengan mantan guru Taman Siswa yang diasingkan ke Digul, Papua. Bulan Juli tahun 1946, Frans menggagas berdirinya Partai Indonesia Merdeka (PIM) di Biak. Saat Belanda mengadakan Konferensi Malino di Sulawesi Selatan yang membahas rencana pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT), Frans Kaisiepo menjadi anggota delegasi Irian Barat.

Frans Kaisiepo menentang rencana Belanda tersebut. Bahkan, ia kemudian mengganti nama Netherland Nieuwe Guinea dengan IRIAN yang merupakan singkatan dan Ikut Republik Indonesia Anti Netherland. Frans Kaisiepo dan rakyat Biak kemudian terus mengadakan perlawanan menentang Belanda di Irian.

Saat Konferensi Meja Bundar (KMB), Frans menolak diangkat sebagai anggota Delegasi Belanda. Akibatnya, ia dihukum dan diasingkan ke daerah terpencil. KMB menghasilkan keputusan pengakuan kedaulatan terhadap Negara Republik Indonesia. Namun, Belanda bersikeras bahwa Irian termasuk ke dalam wilayahnya. Tanggal 19 Desember 1961, Presiden Sukarno mengumandangkan Trikora (Tri Komando Rakyat) sebagai upaya membebaskan Irian yang dilanjutkan dengan operasi militer. Frans Kaisiepo turut aktif membantu TNI untuk mendarat di Irian Barat.

Ketika Trikora berakhir, perjuangan dilanjutkan melalui jalur diplomasi. Tanggal 1 Mei 1963, secara resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerahkan Irian Barat kepada pemerintah RI. Frans Kaisiepo diangkat menjadi gubernur yang pertama dan bertugas melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA).

• Tempat/Tgl. Lahir : Biak, 10 Oktober 1921
• Tempat/Tgl. Wafat : Biak, 10 April 1979
• SK Presiden : Keppres No. 077/TK/1993, Tgl. 14 September 1993
• Gelar : Pahlawan Nasional


Nama Frans Kaisiepo diabadikan sebagai nama bandara di Biak, Papua, dan nama kapal perang korvet kelas Sigma milik TNI AL, yaitu KRI Frans Kaisiepo.

sumber:https://www.pahlawanindonesia.com/biografi-pahlawan-nasional-frans-kaisiepo/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar