Senin, 26 Desember 2016

Inilah Jasa Frans Kaisiepo, Pahlawan dari Papua ...

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa para pahlawannya. Itu kalimat yang selalu di katakan oleh guru saya waktu dulu saya masih duduk dibangku sekolah. Tapi sekarang, saya tidak melihat “kebesaran” bangsa ini saat seorang pahlawan dari Papua menjadi bulan-bulanan di sosial media. Yang membully tersebut bukan orang lain tapi anak bangsa itu sendiri. Anak bangsa yang bisa menghirup udara kebebasan karena jasa para pahlawan yang barusan mereka hina. Duh!!!

Kalau menyebut nama Frans Kaisiepo, mungkin terasa kurang familiar di telinga kita. Walau pun beliau salah satu Pahlawan Nasional Indonesia, tapi nama beliau kalah “tenar” dari pahlawan-pahlawan lain seperti Pattimura, Teuku Umar, Imam Bonjol, dan lain sebagainya. Mungkin karena kurang familiar ini lah yang menjadi salah satu alasan pemerintah meletakkan gambar beliau menjadi salah satu tokoh pahlawan yang menghiasi desain rupiah terbaru. Dengan harapan, anak bangsa kita bisa lebih mengenal beliau dan mengenang jasa-jasa beliau untuk negara ini sehingga semakin memupuk rasa cinta tanah air dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Tapi justru niat baik pemerintah tersebut ditanggapi salah sama anak-anak bangsa yang berfikiran dangkal. Frans Kaisiepo menjadi bahan cercaan di sosial media. Hanya karena namanya yang kurang familiar dan wajahnya yang “menyeramkan”.

Memang wajah Frans Kaisiepo tidak seganteng Aliando Syarief atau putra pertama politikus kontroversi Ahmad Dhani, Al Ghazali. Tapi itu bukan berarti kalian bisa menghina beliau seenak jidat kalian saja. Beliau itu pahlawan, lho. Orang yang telah berbuat jasa untuk negara ini. Sekarang saya mau tanya, kalian yang berwajah ganteng dan cantik telah berbuat apa untuk negara ini?

Kalau pun Frans Kaisiepo memiliki wajah yang menurut kalian seperti “hantu”, apakah itu salah beliau? TIDAK. Mungkin kalau bisa memilih, beliau ingin memiliki wajah seganteng Justin Bieber, supaya bisa membuat kalian menjerit histeris. Tapi sayang nya semua itu menjadi rahasia tuhan. Jadi, kalau kalian menghina wajah Frans Kaisiepo, itu sama saja kalian menghina tuhan yang menciptakannya.

Lagian, tidak adil kalau menilai seseorang hanya dari bentuk wajahnya saja. Belum tentu orang yang wajahnya jelek, hatinya jelek juga. Pada dasarnya, baik atau buruknya wajah seseorang tidak bisa dijadikan parameter untuk mengukur kebaikan hatinya? Coba lihat di Indonesia, kebanyakan yang jadi koruptor wajahnya ganteng-ganteng kan?

Biar kalian tidak semakin “menggila” menghina Frans Kaisiepo, saya akan sebutkan beberapa jasa beliau untuk negara ini :

Setelah Indonesia merdeka, Frans Kaisiepo menjadi Envoy Republik dari Papua dan memastikan Papua agar ikut ke dalam Republik Indonesia.
Ketika Belanda mencoba membuat Negara Indonesia Timur (NIT), Frans Kaisiepo menelurkan istilah yang masih populer hingga sekarang yakni IRIAN. Banyak yang beranggapan IRIAN ini singkatan dari Ikut Republik Indonesia Anti Netherland. Tapi ada juga yang beranggapan kalau IRIAN ini berasal dari Bahasa Biak yang berarti tempat yang panas.
Frans Kaisiepo terus mengorganisir resistance di Papua untuk melawan Belanda, bahkan setelah KMB
Frans Kaisiepo ikut andil dalam Trikora (Tri Komando Rakyat) saat Indonesia berada di ambang batas kesabaran karena Belanda keras kepala. Dan akhirnya memulai Military Campaign di Papua.
Dalam Trikora pun, Frans Kaisiepo aktif membantu TNI dalam operasi-operasi di tanah Papua hingga tahun 1963.
Frans Kaisiepo menjadi Gubernur Irian Barat (1964-1973) menggantikan Elieser Jon Bonay. Sebagai gubernur, Frans Kaisiepo bertanggungjawab melaksanakan PEPERA pada tahun 1969, yang hasilnya adalah Papua bergabung dengan Republik Indonesia.
Intinya, Frans Kaisiepo berperan besar dalam mempertahankan integritas Republik Indonesia. Mungkin tanpa beliau, saat ini Papua bukan bagian dari NKRI.

Untuk saudara-saudara yang berada di Papua. Mohon maaf karena pahlawan yang lahir dari daerah kalian dihina oleh sekelompok orang yang kayaknya kurang piknik sehingga ngomongnya sudah kayak mabok tanah liat, semoga saudara-saudara semua mau memakluminya.

Untuk kalian yang kemaren menghina Frans Kaisiepo, cobalah untuk memanfaatkan otak kalian lebih baik lagi. Kalau tidak kenal dengan pahlawan yang tergambar dalam uang rupiah, baca nama yang tertulis dibawahnya kemudian search di google. Kemungkinan besar kalian akan diberi rujukan untuk melihat profil lengkap pahlawan tersebut di Wikipedia. Kita hidup di zaman yang teknologinya serba maju, tapi sayang masih banyak dari kita yang berfikiran seperti pada zaman batu. Gunakan kuota internet untuk hal-hal yang bermanfaat. Jangan hanya asyik menonton video-video yang mengumbar aurat.

Be smart, don’t let your smartphone be smarter than you.

sumber: https://seword.com/umum/ini-jasa-frans-kaisiepo-pahlawan-dari-papua-yang-kemaren-kalian-hina/


Biografi Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo
Jiwa kebangsaan Frans Kaisiepo tumbuh sejak ia berkenalan dengan mantan guru Taman Siswa yang diasingkan ke Digul, Papua. Bulan Juli tahun 1946, Frans menggagas berdirinya Partai Indonesia Merdeka (PIM) di Biak. Saat Belanda mengadakan Konferensi Malino di Sulawesi Selatan yang membahas rencana pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT), Frans Kaisiepo menjadi anggota delegasi Irian Barat.

Frans Kaisiepo menentang rencana Belanda tersebut. Bahkan, ia kemudian mengganti nama Netherland Nieuwe Guinea dengan IRIAN yang merupakan singkatan dan Ikut Republik Indonesia Anti Netherland. Frans Kaisiepo dan rakyat Biak kemudian terus mengadakan perlawanan menentang Belanda di Irian.

Saat Konferensi Meja Bundar (KMB), Frans menolak diangkat sebagai anggota Delegasi Belanda. Akibatnya, ia dihukum dan diasingkan ke daerah terpencil. KMB menghasilkan keputusan pengakuan kedaulatan terhadap Negara Republik Indonesia. Namun, Belanda bersikeras bahwa Irian termasuk ke dalam wilayahnya. Tanggal 19 Desember 1961, Presiden Sukarno mengumandangkan Trikora (Tri Komando Rakyat) sebagai upaya membebaskan Irian yang dilanjutkan dengan operasi militer. Frans Kaisiepo turut aktif membantu TNI untuk mendarat di Irian Barat.

Ketika Trikora berakhir, perjuangan dilanjutkan melalui jalur diplomasi. Tanggal 1 Mei 1963, secara resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerahkan Irian Barat kepada pemerintah RI. Frans Kaisiepo diangkat menjadi gubernur yang pertama dan bertugas melaksanakan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA).

• Tempat/Tgl. Lahir : Biak, 10 Oktober 1921
• Tempat/Tgl. Wafat : Biak, 10 April 1979
• SK Presiden : Keppres No. 077/TK/1993, Tgl. 14 September 1993
• Gelar : Pahlawan Nasional


Nama Frans Kaisiepo diabadikan sebagai nama bandara di Biak, Papua, dan nama kapal perang korvet kelas Sigma milik TNI AL, yaitu KRI Frans Kaisiepo.

sumber:https://www.pahlawanindonesia.com/biografi-pahlawan-nasional-frans-kaisiepo/

Selamat Natal...


Rabu, 31 Oktober 2012


Provinsi Kalimantan Utara


Dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 Oktober 2012 akhirnya mengesahkan Provinsi ke-34 Indonesia yakni provinsi Kalimantan Utara (KALTARA). Pengesahan Provinsi Kalimantan Utara sebagai provinsi baru di Indonesia ini disepakati setelah sebelumnya Komisi II DPR bersama pemerintah (Kemendagri), menggodok Rancangan Undang-Undang Pembentukan Daerah Otonom Baru dalam pembicaraan tingkat I di DPR. Ketua Komisi II DPR, Agun Gunanjar berharap dengan disahkannnya Provinsi Kalimantan Utara, tidak ada lagi pencaplokan pulau oleh negara tetangga, Malaysia.
Setelah sebelumnya Provinsi termuda Indonesia adalah Provinsi Sulawesi Barat (sulbar) maka pada tahun 2012 ini, Provinsi Sulawesi Barat digantikan kedudukannya oleh Provinsi Kalimantan Utara. Propinsi Kaltara sendiri mencakup Malinau, Nunukan, Tanah Tidung, Tarakan dan Bulungan.
Detail Provinsi Kalimantan Utara
Kalimantan Utara (Kaltara) dahulu merupakan kawasan Kerajaan Tidung dan Kesultanan Bulungan di Kalimantan Timur yang wilayahnya meliputi 1 kota dan 4 kabupaten, yaitu: Kota Tarakan; Kabupaten Bulungan; Kabupaten Malinau; Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tana Tidung. Sebelumnya Kabupaten Berau merupakan salah satu kabupaten yang ingin bergabung dengan Kalimantan Utara, namun setelah terbentuknya Kabupaten Tana Tidung maka Berau tidak bergabung dengan Kaltara. Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang terletak di Kalimantan Timur bagian Utara atau lebih tepatnya di Kalimantan Timur Laut adalah wilayah provinsi termuda ( provinsi ke-34 di Indonesia), hasil pemekaran dari provinsi Kalimantan Timur. Ibukota Provinsi Kaltara akan berkedudukan di Tanjung Selor (Kabupaten Bulungan), dengan luas wilayah sekitar 77.382,78 km2, dan jumlah penduduk sebanyak 610.000 jiwa.(Sensus Penduduk 2011). Berikut ini Detail wiliyah yang bergabung kedalam Provinsi Kaltara:
  • Kabupaten Malinau. Kabupaten Malinau merupakan kabupaten terluas di Kalimantan utara dengan luas 39.799,90 km² serta berpenduduk terkecil kedua setelah Kabupaten Tana Tidung yaitu 62.423 jiwa. Malinau berpusat di Kecamatan Malinau Kota yang berpenduduk sekitas 50% dari jumlah dari jumlah penduduk total. Kabupaten Malinau berada di wilayah pedalaman yang pada umumnya merupakan pemukiman bagi Suku Tidung dan Suku Dayak.
  • Kabupaten Nunukan. Kabupaten Nunukan adalah kabupaten terbesar kedua setelah Kota Tarakan dengan penduduk 140.842 jiwa pada tahun 2010 dengan luas wilayah 14.493 km² yang berpusat di Pulau Nunukan Timur tepatnya di Kecamatan Nunukan. Kabupaten Nunukan merupakan kabupaten yang berbatasan darat maupun laut dengan negara bagian Malaysia yaitu Sabah dan Sarawak.
  • Kabupaten Tana Tidung. Kabupaten Tana Tidung merupakan kabupaten termuda, terkecil serta berpenduduk tersedikit di Kalimantan Utara, yang berada di arus Sungai Sesayap dan berpenduduk 22.503 jiwa pada tahun 2011 dengan luas wilayah 4.828,58 km².
  • Kota Tarakan. Kota Tarakan merupakan pusat perekonomian dan jasa terbesar di wilayah utara Kalimantan Timur dengan jumlah penduduk terbesar 239.787 jiwa pada tahun 2011 di pulau kecil dengan luas 250,80 km² dan kepadatan hampir mencapai 1.000 jiwa per/km². Tarakan juga merupakan pusat transportasi udara maupun laut di Kalimantan Utara, Bandar Udara Juwata merupakan bandar udara berstatus internasional terbesar di wilayah Kalimantan Utara dengan rata-rata penumpang per/tahun mencapai 1 juta penumpang, dan Pelabuhan Malundung juga merupakan pelabuhan terbesar di Kalimantan Utara yang dikelola oleh PT. Pelindo IV. Kota Tarakan juga memiliki beberapa pelabuahan kecil lainnya seperti Pelabuhan Tengkayu I dan II serta Pelabuhan Ferry Juata Laut.
  • Kabupaten Bulungan. Kabupaten Bulungan adalah kebupaten induk bagi semua wilayah di Kalimantan Utara sebelum tahun 1997 yang memekarkan Kota Tarakan dan tahun 1999 memekarkan Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan serta tahun 2007 pemekaran terakhir yaitu Kabupaten Tana Tidung. Kabupaten kecil dengan luas 18.010,50 km² dan penduduk 135.915 jiwa pada tahun 2011 serta berpusat di Kecamatan Tanjung Selor. Bulungan juga merupakan daerah yang dicanangkan sebagai ibukota calon provinsi Kalimantan Utara.


Sabtu, 27 Oktober 2012

Budaya Indonesia yang Hilang...
Indonesia adalah negara yang indah yang kaya akan kekayaan alam dan budaya. Lebih dari 20 suku terdapat di Indonesia dan lebih dari 100 budaya ada di Indonesia. Tetapi sayangnya, dari tahun ke tahun seiring dengan bertumbuhnya perkembangan gaya hidup dan teknologi, kebudayaan asli indonesia terlihat sangat ketinggalan zaman. Banyak dari warga indonesia yang kurang peduli bahkan ada yang tidak peduli tentang budaya Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan banyak budaya Indonesia dicuri oleh negara lain terutama Malaysia. Hal ini karena terlambatnya dalam mematenkan suatu budaya dan benda-benda peninggalan zaman Indonesia dulu. Ketika budaya dan barang kebudayaan atau hasil buah tangan seniman Indonesia masih ada di Indonesia, banyak dari warga merasa budaya tersebut tidak berharga, tetapi ketika ada negara lain akan mengambil budaya tersebut dan kemudian hilang dari kita, barulah mereka merasa itu sangat berharga. Kenapa berharga saat sudah hilang? Kenapa tidak waktu masih ada? Inilah orang-orang indonesia yang telah terkontaminasi budaya barat. Di bawah ini beberapa daftar nama-nama budaya kita yang telah di rampas oleh negara lain.

No.
Kesenian dan Budaya
Asal
Direbut oleh
1
Batik
Jawa
Adidas
2
Naskah Kuno
Riau
Malaysia
3
Naskah Kuno
Sumatra Barat
Malaysia
4
Naskah Kuno
Sulawesi Selatan
Malaysia
5
Naskah Kuno
Sulawesi Tenggara
Malaysia
6
Rendang
Sumatra Barat
WN Malaysia
7
Sambal Bajak
Jawa Tengah
WN Belanda
8
Sambal Petia
Riau
WN Belanda
9
Sambal Nanas
Riau
WN Belanda
10
Tempe
Jawa
Perusahaan Asing
11
Lagu Rasa Sayang Sayange
Maluku
Malaysia
12
Tari Reog Ponorogo
Jawa Timur
Malaysia
13
Tari Soleram
Riau
Malaysia
14
Lagu Injit-Injit Semut
Jambi
Malaysia
15
Alat Musik Gamelan
Jawa
Malaysia
16
Tari Kuda Lumping
Jawa Timur
Malaysia
17
Tari Piring
Sumatra Barat
Malaysia
18
Lagu Kakak Tua
Maluku
Malaysia
19
Lagu Anak Kambing Saya
Nusa Tenggara
Malaysia
20
Kursi Taman dengan Ornamen Ukir Khas Jepara
Jawa Tengah
WN Perancis
21
Pigura dengan Ornamen Ukir Khas Jepara
Jawa Tengah
WN Inggris
22
Motif Batik Parang
Yogyakarta
Malaysia
23
Desain Kerajinan Perak Desa Suwarti
Bali
WN Amerika
24
Produk Berbahan Rempah-Rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia

Shiseido Co. Ltd.
Sumber: www.budaya-indonesia.com

Jika kita ingin melihat dari segi kreatif suatu budaya kita bisa melihat dari hal-hal yang terkandung di dalamnya. Misalnya seperti tari-tarian. Itu adalah hasil pikiran kreatif orang-orang dulu untuk menciptakan kemudian memadukan semua gerakan itu menjadi sesuatu yang indah dan juga kekreatifan dalam pemilihan lagu sehingga gerakan dan lagu bisa seimbang. Semua buadaya di atas adalah hasil kekreatifan orang terdahulu. Selain tarian, kita bisa juga bisa melihat dari segi obat-obatan tradisional karena obat ini tercipta dari perpaduan berbagai bahan yang bisa menyembuhkan sejumlah penyakit. Hal ini juga merupakan buah kreatifitas dari orang terdahulu karena mereka bisa menciptakan satu buah pil atau obat dari alam untuk menyembuhkan suatu penyakit.    
                                                            
Bisa kita lihat dari daftar di atas sangatlah banyak yang telah dicuri orang. Bahkan meliki negara bisa dicuri oleh individual? Betapa malunya kita telah dicuri dan kita tidak cepat tanggap dalam menanggulangi hal-hal tersebut. Oleh karena itu, marilah kita jaga dan kita lestarikan budaya nenek moyang kita jangan sampai dirampas lagi.


Jumat, 26 Oktober 2012


Perbandingan dalam Matematika SD


Soal berikut berkaitan dengan perbandingan. 
Buat adik-adik di SD silakan pelajari ya …

Banyak buku tulis Amir, Beni, Candra adalah 2:3:4, selisih buku buku Beni dan Candra adalah 5 buah, berapa banyak buku masing-masing ?

Jawaban:
Misalkan banyaknya buku = x

Maka perbandingan buku Amir : Beni : Candra = 2x : 3x : 4x. Selisis buku Beni dan Candra = 5, maka kita peroleh:

4x – 3x = 5

x = 5

Jadi banyaknya buku Amir = 2 x 5 = 10, banyaknya buku Beni = 15 dan banyaknya buku Candra = 4 x 5 = 20.

Jumat, 31 Agustus 2012


MEMBUAT TULISAN TERBALIK PADA BLOG, WEBSITE, PROFILE FRIENDSTER FACE BOOK DAN COMMENT


Bagaimana Menggunakan Tool Generator Tulisan Terbalik ini ?
  1. Buka http://www.esc-creation.com/tulisan-terbalik
  2. Ketikan tulisan yang akan anda buat terbalik pada kolom yang di atas.
  3. Copy tulisan terbalik yang sudah di hasilkan Flip Karakter Generator ini, kemudian Pastekan pada blog, website/situs , Comment, Profile FaceBook, Friendster dan sebagainya.
“Tulisan Terbalik” yang dihasilkan dari Generator Tulisan Terbalik ini bahkan bisa digunakan pada aplikasi Office, seperti Word , EXEL dan aplikasi atau software lainnya. Mudah bukan ? Silahkan mencoba menulis secara Terbalik dengan ESC creation Flip Karakter Generator ini. Buatlah kejutan kepada teman – teman anda.

Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa


Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa


Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebutkan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. 

Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu, rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Untuk mendapatkan wawasan mengenai arti pendidikan budaya dan karakter bangsa perlu dikemukakan pengertian istilah budaya, karakter bangsa, dan pendidikan. Pengertian yang dikemukakan di sini dikemukakan secara teknis dan digunakan dalam mengembangkan pedoman ini. Guru-guru Antropologi, Pendidikan Kewarganegaraan, dan mata pelajaran lain, yang istilah-istilah itu menjadi pokok bahasan dalam mata pelajaran terkait, tetap memiliki kebebasan sepenuhnya membahas dan berargumentasi mengenai istilah-istilah tersebut secara akademik. Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. Sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan itu adalah hasil dari interaksi manusia dengan sesamanya dan lingkungan alamnya. Sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan itu digunakan dalam kehidupan manusia dan menghasilkan sistem sosial, sistem ekonomi, sistem kepercayaan, sistem pengetahuan, teknologi, seni, dan sebagainya. Manusia sebagai makhluk sosial menjadi penghasil sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan; akan tetapi juga dalam interaksi dengan sesama manusia dan alam kehidupan, manusia diatur oleh sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan keyakinan yang telah dihasilkannya. Ketika kehidupan manusia terus berkembang, maka yang berkembang sesungguhnya adalah sistem sosial, sistem ekonomi, sistem kepercayaan, ilmu, teknologi, serta seni. Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik, sehingga mereka memiliki sistem berpikir, nilai, moral, dan keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan tersebut ke arah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang.

Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Kebajikan terdiri atas sejumlah nilai, moral, dan norma, seperti jujur, berani bertindak, dapat dipercaya, dan hormat kepada orang lain. Interaksi seseorang dengan orang lain menumbuhkan karakter masyarakat dan karakter bangsa. Oleh karena itu, pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang. Akan tetapi, karena manusia hidup dalam ligkungan sosial dan budaya tertentu, maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang berangkutan. Artinya, pengembangan budaya dan karakter bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial,budaya masyarakat, dan budaya bangsa. Lingkungan sosial dan budaya bangsa adalah Pancasila; jadi pendidikan budaya dan karakter bangsa haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Dengan kata lain, mendidik budaya dan karakter bangsa adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peserta didik melalui pendidikan hati, otak, dan fisik.

Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan adalah juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi, dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat.

Berdasarkan pengertian budaya, karakter bangsa, dan pendidikan yang telah dikemukakan di atas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warganegara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif .

Atas dasar pemikiran itu, pengembangan pendidikan budaya dan karakter sangatstrategis bagi keberlangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang. Pengembangan itu harus dilakukan melalui perencanaan yang baik, pendekatan yang sesuai, dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif. Sesuai dengan sifat suatu nilai, pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah; oleh karenanya harus dilakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah, melalui semua mata pelajaran, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah.


Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah:

  1. pengembangan: pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadi berperilaku baik; ini bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa;
  2. perbaikan: memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat; dan
  3. penyaring: untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat.

Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah:

  1. mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa;
  2. mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius;
  3. menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa;
  4. mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan; dan
  5. mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).


Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa diidentifikasi dari sumber-sumber berikut ini.

  1. Agama: masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Oleh karena itu, kehidupan individu, masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya. Secara politis, kehidupan kenegaraan pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama. Atas dasar pertimbangan itu, maka nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama.
  2. Pancasila: negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945. Artinya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya, dan seni. Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik, yaitu warga negara yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara.
  3. Budaya: sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat itu. Nilai-nilai budaya itu dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakat itu. Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.
  4. Tujuan Pendidikan Nasional: sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki setiap warga negara Indonesia, dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.


Berdasarkan keempat sumber nilai itu, teridentifikasi sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini.

Tabel. 
Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
No.
Nilai
Deskripsi
1
Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2
Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
3
Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
4
Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5
Kerja Keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6
Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan   cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7
Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8
Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9
Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10
Semangat Kebangsaan 
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11
Cinta Tanah Air
Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
12
Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13
Bersahabat/Komuniktif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
14
Cinta Damai
Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
15
Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16
Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17
Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18
Tanggung jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.


Catatan:

Sekolah dan guru dapat menambah atau pun mengurangi nilai-nilai tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dilayani sekolah dan hakekat materi SK/KD dan materi bahasan suatu mata pelajaran. Meskipun demikian, ada 5 nilai yang diharapkan menjadi nilai minimal yang dikembangkan di setiap sekolah yaitu nyaman, jujur, peduli, cerdas, dan tangguh/kerjakeras.








Sumber: Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa